Jika kamu tertarik dalam penambangan Bitcoin, kamu mungkin telah sering mendengar istilah populer yaitu hashrate. Hashrate adalah istilah yang menggambarkan tingkat kecepatan penambang dalam menambang aset kripto. Semakin tinggi hasrate, artinya semakin cepat pula aset kripto yang dapat ditambang.
Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai hashrate pada dunia kripto. Berikut ulasan kami.
Apa itu Hashrate
Hashrate merupakan sebuah satuan untuk mengukur kecepatan komputer atau mesin penambang untuk melakukan hashing. Hashrate menunjukkan berapa banyak komputasi algoritma hash yang dapat diproses setiap detiknya.
Semakin tinggi hashrate, semakin efisien mesin mining bekerja dan semakin aman jaringan Bitcoin terhadap potensi serangan. Seiring dengan itu, semakin banyak hash yang bisa diproses juga menambah kemungkinan untuk penambang mendapatkan reward Bitcoin baru.
Mesin penambang biasanya menggunakan satuan hashrate berikut:
1 Kilo (kH/s) setara dengan seribu hash per detik
1 Mega (MH/s) setara dengan 1 juta hash per detik
1 Giga (GH/s) setara dengan 1 milyar hash per detik
1 Tera (TH/s) setara dengan 1 triliun hash per detik
1 Peta (PH/s) setara dengan 1,000 triliun hash per detik
1 Exa (EH/s) setara dengan 1 juta triliun hash per detik
Pentingnya Hash Rate
Hashrate juga berperan sebagai indikator untuk menilai kekuatan dan keamanan dari jaringan blockchain tersebut. Semakin tinggi hashrate sebuah jaringan, semakin bagus pula perkembangan dan tingkat keamanannya. Hal inilah yang menyebabkan Bitcoin semakin banyak dilirik calon investor.
Hashrate yang tinggi mencerminkan banyaknya sumber daya yang digunakan khusus untuk memproses transaksi di blockchain. Sehingga membuat jaringan menjadi lebih tahan terhadap serangan 51 persen. Tingkat hashrate yang tinggi juga mempersulit hacker untuk mendapatkan kekuatan hashing yang diperlukan untuk menyerang jaringan.
Hasilnya, jaringan blockchain dapat diamankan dari tindakan kecurangan yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab. Misalnya orang-orang yang ingin mengontrol jaringan, menggagalkan transaksi orang lain, atau berbelanja dengan melipatgandakan jumlah koin mereka.
Kaitan Hashrate dengan Mining Difficulty
Selain kekuatan dan keamanan blockchain, mining difficulty juga meningkat seiring dengan tingginya tingkat hashrate. Pasalnya, ketika blockchain berkembang, operasi matematis yang tercipta juga makin banyak dan sulit.
Sebagai gambaran, block baru diharapkan untuk ditemukan dengan laju yang tetap yaitu setiap 10 menit sekali. Jika miner berhasil memecahkan block baru kurang dari 10 menit maka tingkat kesulitan untuk melakukan mining akan ditingkatkan. Sedangkan ketika miner memecahkan block baru lebih dari 10 menit maka tingkat kesulitan untuk melakukan mining akan berkurang. Inilah yang disebut dengan mining difficulty.
Mining difficulty diatur setiap 2.016 blok sekali atau rata-rata sekitar 2 minggu sekali. Mining difficulty juga dapat berubah berkaitan dengan faktor banyaknya mesin yang ikut serta. Semakin banyak miners online, maka hashrate mining akan meningkat, sehingga mining difficulty juga akan ditingkatkan. Seiring dengan itu, apabila semakin sedikit miner yang online, maka hashrate akan menurun, sehingga mining difficulty juga akan menurun.
Dengan adanya skema mining difficulty, jaringan blockchain akan dapat terus berjalan walaupun jumlah penambangnya menurun. Selain itu, jaringan blockchain juga akan selalu aman tanpa melihat banyak atau sedikitnya miner yang ikut serta dalam proses penambangan.
Meningkatkan Hashrate
Karena semakin tingginya kesulitan untuk melakukan hashing, maka prosesor/mesin untuk menambang Bitcoin juga harus semakin kuat. Penambang Bitcoin dapat memilih mesin mining berdasarkan kekuatan hashrate-nya. Semakin besar kekuatan hashrate bitcoin maka semakin banyak hashing yang dapat dilakukan oleh miner sehingga profitabilitas juga semakin tinggi.
Salah satu cara untuk meningkatkan hashrate adalah dengan mengembangkan chip khusus seperti mesin ASIC (Application Specific Integrated Circuit) yang berfungsi untuk menjalankan proses hashing dengan algoritma tertentu. Mesin GPU hanya bisa memproses maksimal di tingkat Megahash per detik, sehingga saat ini profitabilitas mining Bitcoin dengan menggunakan mesin GPU itu rendah karena hashrate GPU juga rendah, tetapi masih amat menguntungkan untuk koin-koin lainnya.
Itulah pembahasan mengenai hashrate, pentingnya, serta bagaimana meningkatkan hashrate anda. Semoga bermanfaat!
0 Comments