Sudah pernah dengar tentang ethereum? atau pernah menemui beberapa akun di sosial media Anda sering membahas tentang ethereum? Benarkah ia memang lebih menjanjikan jika kita bandingkan dengan bitcoin? Sebelum kita lebih jauh membahas tentang itu mungkin kita bisa memulai dari apa itu ethereum.
Apa itu Ethereum?
Selayaknya bitcoin, Ethereum adalah platform perangkat lunak terdesentralisasi yang juga menciptakan mata uang kripto bernama Ether (ETH). Seperti token aset kripto yang lain, kita bisa melakukan transaksi peer-to-peer untuk aset ini. Karena memang ethereum diperjualkan di bursa dengan nilai spekulatif. Sebagai aset kripto ether juga bisa kita aplikasikan sebagai token transaksional maupun mata uang virtual.
Platform ethereum memiliki cryptocurrency bernama ether (ETH). Sebagai uang digital ETH memiliki beberapa fitur yang sama seperti BTC (Bitcoin). Ether merupakan aset digital murni, anda dapat mengirimkannya secara instan kepada siapapun dimanapun di dunia. Pergerakannya terdesentralisasi, tidak diatur oleh pemerintah negara maupun entitas tertentu. Ether dapat digunakan untuk melakukan pembayaran, penyimpanan nilai, bahkan sebagai agunan.
Ethereum bukan hanya sebuah platform, namun juga merupakan bahasa pemrograman yang berjalan di blockchain. Sehingga memungkinkan para pengembang untuk membangun dan menerbitkan aplikasi terdistribusi (dApps). Menariknya adalah, Ethereum ini tercipta oleh seorang pegawai di Bitcoin Magazine bernama Vitalik Buterin di tahun 2015.
Sejarah Ethereum
Sejarah Ethereum dimulai ketika Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, memberikan proposal untuk membuat bahasa script baru untuk Bitcoin. Bahasa script ini akan memungkinkan dikembangkannya aplikasi dalam blockchain BTC. Namun usulan dari Buterin ditolak.
Pada November 2013, Buterin menerbitkan whitepaper resmi untuk mengusulkan pengembangan Ethereum. Kemudian pada bulan Januari tahun 2014, para pendiri mengumumkan Ethereum, untuk mendukung pengembangan platform blockchain dan ekosistemnya, didirikanlah perusahaan non-profit, Ethereum Foundation pada akhir tahun itu.
Karena tim Ethereum membutuhkan dana untuk mengembangkan platform, mereka memutuskan untuk mengadakan pra-penjualan segera setelah yayasan dibentuk. Saat itu Buterin mengusulkan suatu crowdsale untuk mendanai pengadaan dari Ethereum. Prosesnya hampir sama seperti IPO (Initial Public Offering), namun pada hal ini yang mereka lakukan adalah ICO (Initial Coin Offering), dengan menjual saham yang berbentuk ether.
Berlangsung antara Juli dan Agustus 2014, pra penjualan untuk ether ternyata mendapatkan tanggapan luar biasa. Tim Ethereum mengumpulkan 31,529 BTC (sekitar $18 juta pada saat itu) yang memungkinkan pengembangan proyek dimulai.
Kelebihan Ethereum
Dari penjelasan diatas mungkin anda mendapat kesan bahwa Ethereum hanyalah satu dari blockchain lainnya. Namun nyatanya Ethereum memiliki keunggulan yang menjadikannya berbeda dari blockchain lain, yaitu Ethereum dapat diprogram. Dikatakan demikian karena setiap developer dapat menggunakannya untuk membangun aplikasi-aplikasi baru.
Hingga hari ini, terdapat ribuan developer di seluruh dunia yang menciptakan berbagai aplikasi baru di Ethereum. Banyak diantaranya dapat Anda gunakan, yaitu:
Wallet atau dompet cryptocurrency, aplikasi ini memungkinkan Anda melakukan transaksi dengan biaya murah menggunakan ETH atau aset digital lainnya
Aplikasi finansial yang membantu Anda meminjam, meminjamkan, atau menginvestasikan aset digital Anda
Decentralized markets, aplikasi untuk perdagangan yang terdesentralisasi. Dengan ini, Anda dapat berdagang aset digital, atau bahkan bertukar "prediksi" mengenai peristiwa di dunia nyata
Games. Dalam Ethereum Anda dapat bermain, memiliki aset dalam game, dan bahkan dapat menghasilkan uang yang nyata darinya
Demikian pembahasan kali ini mengenai Ethereum. Jangan lupa ikuti terus informasi dan berita mengenai dunia cryptocurrency di blog kami.
0 Comments